Inilah bukti dari sebuah kerja keras. Pasangan HADE yang tidak diramalkan saingannya banyak pihak dan termasuk media, memenangkan pilkada jabar
“Fenomenal! Mengejutkan! Itulah kira-kira komentar para pengamat, pelaku survei, dan masyarakat umum terhadap hasil sementara pilkada Jawa Barat, yang berlangsung Minggu 13 April 2008″, itulah penggalan dari salah satu surat kabar terbesar di Jawa Barat. Kalimat tersebut cukup mewakili bagaimana “sepak terjang paling memukau dalam sejarah pilkada di Indonesia”. “Ini sesuatu yang menurut saya surprise,” kata pangan Agum-Nu’man. Mereka malah menuding “kemenangan” HADE sebagai anomali. Namun apapun itu kenyataan bahwa pasangan HADE sukses menggalang dukungan jawab jabar tidak terbantahkan.
Namun dibalik semuanya apakah jurus jitu HADE menghadang lawan-lawannya untuk meraih mayoritas suara? Banyak pendapat yang mengatakan bahwa faktor kemenangan HADE adalah karena mereka adalah pasangan muda, pendatang baru, dan salah satunya selebriti. Dalam hal ini sebenarnnya jauh-jauh hari penulis telah meramalkan kemenangan HADE ini. Hal tersebut karena dilapisan bawah (dimana penulis mengamati) sangat jelas terasa militansi dari para kader pendukungnya. Dengan tanpa mengesampingkan peran kader PAN, namun di lapisan bawah jelas terlihat bagaimana militansi para kader PKSyang dengan sukarela menggalang dukungan, menebar kepercayaan dan memperlihatkan keteladanan.
Dari Jabar ke Nasional
PKS memang punya jaringan kuat di generasi muda, mulai dari kampus-kampus besar seperti IPB, ITB, UI, UNPAD, hingga kampus-kampus kecilpun dilahap. Kemampuan PKS membina dan menjaga kadernya juga perlu diacungi jempol, kader dapat terbina bagaikan jamaah sebuah ormas keagamaan besar. Informasi dan keputusan partaipun dengan cepat akan tersebar keseluruh kader bahkan melalui “jarkom” lewat sms. Maka jangan heran kedepannya PKS mungkin akan jadi partai terbesar di Indonesia. Atau mungkin akan sukses mengusung kadernya jadi Presiden Indonesia 2009.