Sepengetahuan saya, waktu persis terjadinya gempa tidak dapat di prediksi. Yang bisa ditentukan hanya periode ulangnya dengan rentang waktu yang relatif lama. Setidaknya itulah yang saya pelajari di mata kuliah rekayasa gempa di kampus.
Sehingga ketika saya mendengar seorang yang mengaku ilmuwan brazil bernama Prof Dr Jucelino Mogrega da Nuz menyatakan akan terjadi gempa di bengkulu dengan magnitude 8,5 ,timbul rasa tidak percaya. Apa dasarnya?
Ternyata hal tersebut berawal dari mimpi Jucelino yang kemudian dia sampaikan secara tertulis kepada Kedubes RI di Brazil pada 20 Agustus 2007. Kedubes RI lalu menyampaikan surat itu kepada Menlu RI untuk ditindaklanjuti.
Namun setidaknya pernyataan tersebut telah menggemparkan dan membuat panik sebagian besar rakyat dan pemda bengkulu.
Yah, mestinya sebagai masyarakat modern kita tidak bisa langsung percaya dengan dasar mimpi. Namun terlepas dari semuanya alangkah baiknya jika sedia payung sebelum hujan. Tugas rumah untuk pemda bengkulu dan daerah lain yang rawan gempa.