“Jika novel ini dibuat film, mungkin tidak ada tandingannya termasuk film novel lainnya seperti “Ayat-ayat Cinta”, dan pastinya indonesia belum bisa membuatnya……Kenapa? yah karena harus ada adegan tsunaminya……. produser mana yang mampu….? “
AAC memang cerita penuh cinta, cerita istimewa dengan tokoh utama sempurna. Kalau anda telah membaca “Ayat-ayat Cinta”. Cobalah anda mulai lagi dengan “Hafalan Shalat Delisa”. Novel yang sederhana penuh makna.
Beda dengan “Ayat-ayat Cinta”, “Hafalan Shalat Delisa” memberikan nuansa cinta yang berbeda. Bukan manisnya cinta dengan lawan jenis, tetapi cinta keluarga, cinta ibu, ayah, anak, kakak, adik, teman, dan saudara seagama. Buku ini berlatar belakang aceh sebelum tsunami, pas terjadi tsunami dan pasca tsunami. Sebuah keluarga yang islami dengan kepala keluarga bekerja jauh di tengan laut di perusahaan asing. Bagaimana seorang ibu dengan bijaksana menjadi siglefighter memberikan didikan, perhatian, kasih sayang,keceriaan dan harapan kepada anak-anaknya dengan bermacam karakter pertumbuhannya.
Sangat berkesan, mungkin karena saya memang dibesarkan dikota kecil dengan latar belakang lingkungan yang hampir sama, mengingatkan saya akan masa kecil….
Buku ini mampu mengeksplorasi jiwa kanak-kanak yang polos, lucu, cerdas, tapi tetap saja cengeng. Saran saya, segera baca buku “Hafalan Shalat Delisa” ini, mungkin jiwa anda akan tersentuh, menangis, karena berkaca dan melihat kekurangan diri, atau larut dalam kesedihan si innocent delisa yang kehilangan hampir semua orang yang dimilikinya tetapi tidak kehilangan hidayah dari-Nya. Hidayah berupa Hafalan Shalat Delisa……..

